Cara Ekspor Barang Ke Luar Negeri Tanpa Modal
Bagi teman-teman yang ingin memulai ekspor namun terkendala modal, tidak perlu khawatir. Ada cara mudah yang bisa di pelajari. Saya akan membahas bagaimana cara kalian bisa ekspor barang tanpa memerlukan modal yang besar. Secara garis besar, prosesnya adalah kalian menawarkan barang kepada pembeli di luar negeri. Ketika ada pesanan, baru kalian ambil barang dari supplier untuk dikirim keluar. Cara agar tidak perlu menggunakan modal adalah dengan meminta "down payment" dari pembeli.
Misalnya, kalian bisa negosiasi pembayaran 50% di muka sebelum pengiriman. Uang ini bisa kalian gunakan untuk menanggung biaya produksi sehingga bisa membayar supplier. Istilahnya, kalian menjadi "trader" atau "makelar ekspor". Namun, untuk menjadi trader atau makelar seperti ini, diperlukan persiapan yang matang dan harus amanah!
Berikut adalah Tips Ekspor Barang atau Produk Tanpa Modal
Persiapan Awal
Pertama, kalian harus memilih produk apa yang ingin dipasarkan. Kalian bisa membaca informasi di internet atau bertanya di forum. Idealnya, produk yang dipilih adalah barang yang banyak dicari, sehingga lebih mudah mencari buyer dari luar negeri.
Pilih juga produk yang banyak diproduksi di daerah kalian agar lebih mudah berkomunikasi dengan supplier. Sebaiknya pilih produk yang sesuai dengan minat pribadi agar lebih mudah dalam pengelolaan.
Bangun Pengetahuan Produk
Setelah memilih produk untuk diekspor, tahap berikutnya adalah membangun pengetahuan produk (product knowledge). Ini sangat penting karena kalian tidak akan bisa menjual produk tanpa pengetahuan yang cukup. Dengan pengetahuan yang baik, kalian bisa berkomunikasi dengan calon pembeli dan supplier dengan lebih lancar. Misalnya, jika kalian ingin mengekspor kopi, kalian harus mempelajari jenis-jenis kopi, proses produksinya, pengemasan, waktu panen, hingga daerah penghasil kopi.
Selain itu, saya sangat menyarankan kalian untuk bergabung dengan komunitas ekspor impor di berbagai forum online. Di sana, kalian bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan anggota lain.
Mencari Supplier
Tahap berikutnya adalah mencari supplier. Sayangnya, masih banyak produsen di Indonesia yang belum terhubung secara online. Oleh karena itu, kalian mungkin harus mencari supplier dengan bertanya kepada teman, keluarga, atau dengan mengunjungi daerah sekitar. Sebaiknya, cari supplier yang lokasinya tidak terlalu jauh dari domisili kalian agar komunikasi lebih lancar dan kalian bisa melihat barang secara langsung. Ini juga untuk menghindari risiko penipuan.
Ketika mencari supplier, pastikan kalian memilih yang sudah besar dan mampu memproduksi dalam jumlah besar. Tiga tahap ini sangat penting agar kalian siap menjadi trader ekspor. Jangan buru-buru mencari buyer tanpa persiapan yang matang.
Tentukan Nama Perusahaan
Sebelum mulai memasarkan atau mencari buyer, tentukan nama perusahaan kalian. Dengan begitu, kalian bisa lebih mudah memperkenalkan diri kepada calon buyer dan terlihat lebih profesional. Jika ingin lebih total, kalian bisa membuat logo perusahaan secara gratis menggunakan canva.com. Logo ini bisa kalian gunakan di proposal, over letter, atau kartu nama.
Saat memilih nama, pilihlah yang bersifat umum dan tidak terlalu terkait dengan produk tertentu. Ini agar nantinya, ketika bisnis berkembang, kalian bisa memasarkan berbagai produk. Sebagai contoh, jika kalian ingin menjadi trader kopi, jangan beri nama "Viva Coffee", melainkan gunakan nama yang lebih umum, seperti "Viva Corporation". Dengan begitu, kalian bisa menjual berbagai produk, bukan hanya kopi.
Mencari Buyer
Setelah siap, kalian bisa mulai mencari buyer yang akan menjadi mitra dagang di negara tujuan. Jika kalian tidak memiliki koneksi, ada database gratis yang bisa digunakan, yaitu "Trade Map". Situs ini berisi daftar perusahaan importir dan eksportir untuk berbagai barang dan jasa. Mengirim penawaran ke pihak yang biasa mengimpor barang yang kalian jual akan lebih efektif daripada mengirim proposal secara acak.
Karena Indonesia masih tergolong negara berkembang, kalian tidak perlu membayar untuk menggunakan Trade Map. Biaya hanya dikenakan pada pengguna dari negara maju. Untuk detail penggunaan Trade Map, kalian bisa klik link deskripsi karena saya sudah membahasnya di video terpisah.
Negosiasi dan Over Letter
Tahap berikutnya adalah negosiasi dan membuat over letter (surat penawaran). Biasanya, buyer akan meminta sampel terlebih dahulu. Misalnya, jika kalian mengekspor kopi, buyer mungkin akan meminta 200-300 gram untuk diuji coba. Pada tahap ini, kalian harus memodali pengirimannya. Jika buyer tertarik, mereka akan meminta over letter yang berisi deskripsi produk, kualitas, harga, kuantitas minimum, waktu pengiriman, dan metode pembayaran.
Jika kalian ingin ekspor dalam jumlah besar, perhatikan beberapa hal, seperti metode pembayaran. Pastikan kalian meminta down payment minimal 50-60% untuk menutup biaya produksi. Selain itu, pastikan harga yang kalian tetapkan bisa mencakup biaya dari supplier. Biasanya, harga akan lebih murah jika kuantitas yang dibeli lebih besar, jadi pastikan kalian sudah mendiskusikan ini dengan supplier.
Pengiriman Barang
Setelah deal dengan buyer dan down payment diterima, waktunya memikirkan soal pengiriman. Jika kalian belum memiliki izin ekspor, kalian bisa menggunakan jasa "under name". Beberapa perusahaan menyediakan layanan ini untuk membantu mereka yang belum memiliki izin. Perusahaan tersebut akan mengurus pengiriman dan Bea Cukai, namun tentu ada biaya yang harus dikeluarkan.
Jika kalian sudah lebih percaya diri, silakan urus perizinan ekspor sendiri. Untuk mengetahui perusahaan under name yang terpercaya, tanyakan di komunitas ekspor impor. Setelah barang dikirim, kalian bisa menghubungi buyer untuk mencairkan sisa pembayaran.
Disclaimer
Informasi yang disampaikan dalam Artikel ini bertujuan sebagai panduan umum bagi para pemula yang tertarik untuk memulai bisnis ekspor. Hasil dan pengalaman setiap individu dapat bervariasi tergantung pada banyak faktor, seperti jenis produk, kondisi pasar, negosiasi dengan supplier, serta kebijakan dari buyer maupun seller atas kesepakatan masing-masing.
Penutup
Memanfaatkan down payment dari buyer dapat menjadi solusi untuk menutup biaya produksi tanpa menggunakan modal pribadi. Penting juga untuk memahami metode pembayaran, negosiasi yang baik, dan memilih jasa pengiriman atau under name yang terpercaya jika belum memiliki izin ekspor. Dengan langkah-langkah ini, kalian bisa sukses menjadi trader ekspor meski memulai dengan keterbatasan modal.
Post a Comment