5 Tips Komunikasi Dalam Bisnis Marketing
Saya akan berbagi kepada kalian gimana cara mendapatkan apapun dari siapapun. Ini adalah the art of influence. Katanya, dalam hidup ini, kalau kita butuh sesuatu, kita harus minta dari orang lain. Tapi, orang itu tidak selalu mudah. Berkomunikasi dan bernegosiasi dengan orang adalah sebuah seni yang bisa dipelajari. Mereka yang sangat ahli dalam hal ini bisa menggunakan skill tersebut untuk berbisnis.
Karena seni mempengaruhi ini, pada dasarnya, adalah kemampuan yang dibutuhkan seorang pemimpin dan dipakai oleh negosiator handal untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan dari siapapun.
Ya, ilmu ini berlaku untuk orang yang baru kalian kenal, teman lama, atau bahkan atasan maupun bawahan. Seni mempengaruhi adalah tentang bagaimana cara kita membuat orang lain melakukan apa yang kita inginkan. Apalagi jika digunakan untuk marketing sangatlah cocok, tapi di balik itu, seni ini adalah kombinasi dari behavioral psychology, sociolinguistics, dan memahami psikologi dalam sifat manusia.
Simak Tips Agar Jago Berkomunikasi Dalam Bisnis Marketing
1. Kenali Orang yang Akan Kamu Pengaruhi (Know Your Customer)
Langkah pertama dan yang paling penting adalah KYC atau Know Your Customer. Siapapun yang ingin kalian pengaruhi, baik itu untuk mendapatkan sebuah proyek atau menyelesaikan sebuah kesepakatan, kalian harus tahu siapa mereka terlebih dahulu. Dalam setiap pertemuan atau negosiasi, gue selalu mempelajari orang yang akan gue temui. Apa yang mereka suka, apa yang mereka tidak suka, cara mereka berkomunikasi, apakah mereka punya anak, hobinya apa, dan sebagainya.
Seringkali orang mengabaikan langkah ini. Mereka tidak menyadari bahwa bagaimana mungkin kalian bisa mempengaruhi seseorang jika kalian bahkan tidak mengenal mereka? Kunci utama dalam strategi komunikasi dan negosiasi adalah memahami siapa yang sedang kalian hadapi. Cari tahu sebanyak mungkin tentang orang tersebut, baik dari sisi profesional maupun personalnya.
2. Membangun Kedekatan (Build Rapport)
Setelah mengenali orangnya, langkah selanjutnya adalah membangun rapport atau membuat orang tersebut merasa nyaman dan suka dengan kalian. Hal ini sangat penting, karena sebelum kalian bisa mempengaruhi seseorang, mereka harus terlebih dahulu suka dan merasa nyaman dengan kalian. Cara paling mudah untuk membangun rapport adalah dengan memberikan pujian yang tulus. Pastikan pujian tersebut datang dari hati dan bukan dibuat-buat, karena orang bisa merasakan keaslian pujian tersebut.
Sebagai contoh, kalau kalian tahu bahwa orang tersebut baru saja memenangkan penghargaan, kalian bisa membuka percakapan dengan ucapan selamat: "Selamat ya, kemarin kamu menang penghargaan untuk brand terbaik." Dalam konteks yang lebih santai, seperti di acara networking, pujian sederhana seperti, "Sepatumu keren banget!" atau "Tadi kamu tampil luar biasa di atas panggung!" bisa menjadi pembuka yang efektif.
- Berikan pujian yang tulus untuk membangun koneksi.
- Gunakan prinsip-prinsip psikologi perilaku dalam berkomunikasi.
3. Bangun Kredibilitas (Establish Credibility)
Membuat seseorang menyukai kalian saja tidak cukup. Kalian juga harus membangun kredibilitas agar mereka bisa mempercayai kalian. Membangun kedekatan bersifat personal, sedangkan kredibilitas lebih kepada kepercayaan profesional. Ketika orang sudah mulai merasa nyaman dengan kalian, perlahan bawa pembicaraan ke arah yang lebih serius untuk menunjukkan bahwa kalian juga memiliki kompetensi yang kuat.
Jangan terburu-buru untuk menunjukkan pencapaian kalian. Lakukan dengan hati-hati dan cari momen yang tepat. Misalnya, setelah orang tersebut merasa nyaman dengan kalian, kalian bisa dengan santai menyebutkan pencapaian besar yang baru saja kalian raih, tanpa terdengar menyombongkan diri. Hal ini akan menambah kredibilitas kalian di mata mereka.
- Gunakan pendekatan yang halus dalam menunjukkan kredibilitas.
- Jangan terlalu memaksakan diri untuk terlihat hebat; biarkan pencapaian kalian berbicara dengan sendirinya.
4. Jembatan Menuju Penawaran (The Bridge)
Banyak orang yang langsung melompat ke langkah terakhir tanpa mempersiapkan jembatannya. Inilah kesalahan terbesar dalam proses mempengaruhi. Bridge adalah tentang bagaimana kalian membangun hubungan yang mulus dan alami sebelum akhirnya membuat penawaran. Orang benci merasa seperti sedang dimanfaatkan, jadi kalian harus memastikan bahwa hubungan tersebut tampak tulus dan bukan hanya karena kalian ingin sesuatu dari mereka.
Contohnya, jika kalian ingin menawarkan sebuah jasa, jangan langsung jualan. Mulailah dengan obrolan santai, bicarakan topik yang menarik minat kedua belah pihak, dan secara perlahan arahkan pembicaraan ke arah penawaran tanpa terkesan memaksa.
- Ciptakan transisi yang halus dalam percakapan.
- Jaga hubungan yang terkesan win-win bagi kedua belah pihak.
5. Penawaran (The Offer)
Setelah melalui semua langkah sebelumnya, saatnya membuat penawaran. Karena kalian sudah membangun kedekatan dan kredibilitas, serta membuat jembatan yang baik, saatnya menawarkan sesuatu kepada orang tersebut. Pastikan penawaran tersebut tampak seperti solusi yang saling menguntungkan, bukan hanya keuntungan bagi kalian.
Salah satu cara terbaik untuk membuat penawaran adalah dengan memposisikannya sebagai kesempatan untuk bekerja sama demi kepentingan bersama. Dengan begitu, kalian meningkatkan kemungkinan orang tersebut untuk berkata "ya."
- Tawarkan solusi yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.
- Gunakan bahasa yang mencerminkan kepercayaan diri dan kepemimpinan.
Dengan menggunakan teknik ini secara etis, kalian bisa membangun hubungan yang kuat, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Lima langkah—KYC, membangun kedekatan, kredibilitas, jembatan, dan penawaran—akan membantu kalian menjadi pemimpin yang lebih efektif dan negosiator yang handal.
Post a Comment