Cara Mudah Mencari Buyer Luar Negeri
Memulai bisnis ekspor ke luar negeri adalah salah satu cara yang efektif untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan. Namun, tantangan yang sering muncul bagi para eksportir, terutama pemula, adalah bagaimana cara mencari buyer luar negeri.
Koneksi dan jaringan bisnis yang kuat tentu menjadi kunci, namun tanpa memiliki pengetahuan yang luas, proses pencarian buyer bisa terasa sangat sulit dan memakan waktu.
Dalam dunia perdagangan internasional, penting bagi seorang eksportir untuk memahami strategi yang tepat dalam memasarkan produk serta cara menjalin hubungan dengan importir di negara-negara tujuan.
Teknologi digital dan internet kini menyediakan berbagai cara inovatif untuk membantu eksportir menemukan calon pembeli dengan lebih mudah dan efisien. Salah satu metode yang sering diabaikan adalah pemanfaatan platform online, mulai dari website supermarket negara tujuan, hingga sosial media bisnis.
Berikut adalah Tips dan Cara Cari Buyer Dari Luar Negeri
1. Mencari Lewat Website Supermarket Negara yang Bersangkutan
Cara yang pertama adalah dengan mencari lewat website supermarket negara yang bersangkutan. Di negara maju, website belanja online biasanya menyediakan foto packaging depan dan belakang dengan resolusi foto yang cukup bagus. Jadi, kalian bisa melakukan zoom untuk mengetahui siapa importirnya.
Sebagai contoh, jika saya ingin mengekspor bawang goreng ke Singapura, saya akan mulai dengan Google supermarket terkenal di Singapura. Setelah itu, saya memilih salah satu, misalnya FairPrice, dan mengecek apakah mereka memiliki situs belanja online. Setelah menemukannya, saya mencari produk bawang goreng di situs tersebut.
Lihat iklannya satu per satu, dan cek foto packaging depan serta belakang. Dengan begitu, saya bisa mengetahui bahwa perusahaan yang mengimpor bawang goreng tersebut adalah OS Bagus Food Staff, lengkap dengan alamat serta nomor teleponnya. Dari sini, kalian bisa menghubungi dan menawarkan produk serupa jika kalian memilikinya.
2. Bertanya kepada Kedutaan Indonesia
Cara yang kedua adalah tanya sama Kedutaan Indonesia di negara tujuan ekspor. Selain mengurus paspor dan visa, kedutaan juga berfungsi sebagai perwakilan Indonesia dalam bidang bisnis dan ekonomi. Oleh karena itu, banyak kedutaan sudah memiliki data importir. Sebagai contoh, saya mendapat informasi tentang importir kopi di Swiss dari Kedutaan Indonesia di Swiss, dan informasi tentang importir makanan di Korea Selatan dari Kedutaan Indonesia di Korea Selatan. Jadi, kalian bisa menghubungi kedutaan, memperkenalkan bisnis kalian dengan sopan, dan menanyakan apakah mereka memiliki daftar importir yang relevan.
3. Mencari Daftar Peserta Pameran (Trade Show)
Cara ketiga adalah dengan mencari daftar peserta pameran atau trade show. Acara pameran ini biasanya dihadiri oleh importir dan eksportir. Idealnya, kalian bisa hadir langsung untuk memperkenalkan produk dan memperluas jaringan. Namun, jika tidak punya anggaran, kalian bisa mencari informasi daftar peserta pameran sebelumnya secara online.
Misalnya, jika ingin ekspor ke Amerika, kalian bisa mengunjungi website exhibitoronline.com. Di sana, tersedia informasi mengenai berbagai trade show dan daftar peserta dari acara sebelumnya. Kalian bisa klik "more info" untuk detailnya atau cetak daftar peserta. Jangan lupa untuk melakukan riset terlebih dahulu mengenai perusahaan-perusahaan tersebut sebelum menghubungi mereka.
4. Bergabung dengan Asosiasi Eksportir
Cara keempat adalah bergabung dengan asosiasi eksportir di bidang kalian. Misalnya, untuk eksportir kopi dari Indonesia, ada Gaeki (Gabungan Eksportir Kopi Indonesia). Meski websitenya mungkin tidak terlalu up-to-date, komunitas ekspor ini biasanya memiliki grup komunikasi sendiri, seperti grup Facebook, WhatsApp, atau Telegram. Bergabung dalam komunitas ini akan memberikan kalian akses untuk berinteraksi dengan eksportir yang lebih berpengalaman dan trader yang sudah memiliki koneksi dengan buyer.
5. Mendaftarkan Produk dan Perusahaan di Website Ina Export
Cara kelima adalah dengan mendaftarkan produk dan perusahaan kalian ke website Ina Export. Website ini merupakan platform resmi dari pemerintah Indonesia yang membantu buyer mencari supplier dari Indonesia. Dengan mendaftar, kalian bisa memposting informasi tentang produk dan perusahaan kalian. Jika ada buyer yang mencari produk dalam kategori tertentu, informasi produk kalian bisa dimasukkan dalam daftar yang diberikan kepada buyer. Perlu dicatat bahwa Ina Export tidak melayani transaksi pembayaran, melainkan hanya menyediakan informasi untuk mempertemukan buyer dan eksportir.
6. Mengikuti Program Bimbingan dari Kementerian Perdagangan
Ikut program bimbingan dari Kementerian Perdagangan. Pemerintah memiliki program pendampingan bagi eksportir lokal yang ingin go internasional. Mereka menawarkan konsultasi tentang cara mencari buyer, promosi, serta informasi tentang pameran. Namun, program ini berbayar dengan kisaran harga 600 ribu hingga 2 juta rupiah, tergantung topik yang diambil.
7. Menggunakan Sosial Media untuk Mencari Buyer
Cara ketujuh adalah menggunakan sosial media. Namun, untuk ekspor impor, platform yang lebih tepat adalah LinkedIn. Misalnya, jika kalian ingin ekspor sayur dan buah ke Eropa, bisa bergabung dengan grup Fruit Import and Export di LinkedIn yang memiliki lebih dari 85 ribu anggota. Ada juga grup Africa Export Import Trading untuk yang ingin ekspor ke Afrika, dengan lebih dari 330 ribu anggota.
Sebelum bergabung dengan grup-grup ini, pastikan profil LinkedIn kalian terlihat profesional. Aktiflah di grup, namun jangan terlalu banyak promosi diri sendiri. Sertakan tautan ke website kalian di profil, sehingga jika ada buyer yang tertarik, mereka bisa mengenal bisnis kalian lebih lanjut.
Penutup
Dengan memanfaatkan berbagai cara, seperti mencari melalui website supermarket, aplikasi buyer luar negeri, meminta bantuan dari kedutaan, mengikuti pameran, bergabung dengan asosiasi eksportir, hingga menggunakan media sosial seperti LinkedIn, eksportir dapat meningkatkan peluang menemukan pembeli lebih buanyak.
Post a Comment