Cara Mudah Menjadi Digital Marketing Untuk Pemula
Ingin tahu cara menjadi digital marketer profesional di era kemajuan teknologi seperti saat ini? Kamu berada di tempat yang tepat! Di era IT seperti sekarang, digital marketing bukan lagi skill yang hanya dibutuhkan oleh perusahaan besar.
Skill ini sudah menjadi kebutuhan dasar bagi siapa saja yang ingin meningkatkan karir, membangun personal branding, atau bahkan memulai bisnis sendiri. Dengan memahami dan menguasai digital marketing, kamu bisa membuka pintu menuju berbagai peluang emas di dunia kerja dan bisnis online.
Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia yang begitu pesat membuat segala sesuatu menjadi serba online. Mulai dari perubahan kebiasaan menonton yang beralih ke platform streaming, peningkatan belanja online, hingga metode pembayaran yang kini lebih banyak menggunakan cashless. Semua perubahan ini menunjukkan betapa pentingnya peran digital marketing dalam menjangkau target audience secara efektif dan efisien.
Mengulas Cara Menjadi Digital Marketer Profesional Untuk Pemula
Kenapa Digital Marketing Itu Penting Banget?
Kamu bisa lihat sendiri seberapa pesat pertumbuhan pengguna internet di Indonesia. Contoh gampangnya nih, sekarang semuanya jadi serba online:
- Perubahan Kebiasaan Menonton: Orang sekarang udah nggak banyak lagi nonton TV dan beralih ke platform streaming.
- Belanja Online Meningkat: Makin banyak orang yang belanja secara online.
- Perubahan Pola Kerja: Banyak perusahaan yang sekarang udah nerapin remote working atau hybrid working.
- Metode Pembayaran Cashless: Metode pembayaran sekarang udah banyak banget yang cashless.
Dari sini, harusnya kamu udah bisa berfikir ya, bagaimana potensi pertumbuhan karir kamu jika belajar digital marketing.
Langkah-langkah Menjadi Digital Marketer
1. Pelajari Marketing Fundamental Terlebih Dahulu
Langkah pertama yang harus kamu pelajari ketika ingin belajar digital marketing adalah mempelajari marketing fundamental. Di dalamnya terdiri dari beberapa hal:
Marketing 7P:
- Product: Apa yang kamu tawarkan?
- Price: Berapa harganya?
- Place: Di mana produk kamu tersedia?
- Promotion: Bagaimana cara kamu mempromosikan?
- People: Siapa target market kamu?
- Process: Bagaimana proses bisnis kamu?
- Physical Evidence: Bukti fisik yang mendukung produk kamu.
Riset Kbutuhan
- Market Research: Memahami pasar dan kebutuhan konsumen.
- STP (Segmentation, Targeting, Positioning): Menentukan segmen pasar, target, dan posisi produk kamu.
- Branding: Membangun identitas merek yang kuat.
- CRM (Customer Relationship Management): Mengelola hubungan dengan pelanggan.
Keempat poin tersebut bisa kamu pelajari secara mendalam melalui YouTube atau media-media lainnya karena resource-nya sudah banyak banget.
2. Persiapkan Skill Pendukung
Supaya proses belajar digital marketing kamu jadi jauh lebih lancar, kamu harus mempersiapkan beberapa skill pendukung:
Skill Pemrograman Dasar (HTML dan CSS)
Kamu gak perlu jago-jago banget untuk pemrograman HTML dan CSS. Minimal, kamu bisa memanipulasi kode HTML dan CSS ini. Jujur, belajar pemrograman dasar HTML dan CSS itu sangat mudah, bahkan bisa kamu pelajari melalui YouTube karena resource-nya juga udah banyak banget.
Skill Editing Video atau Gambar
Tanpa konten, bagaimana kamu akan menyampaikan informasi tentang produk kamu ke customer? Skill editing ini penting banget untuk membuat konten yang menarik.
Skill Copywriting
Dengan skill ini, ke depannya kamu akan tahu dan lebih mudah memahami perbedaan antara kalimat jualan dan kalimat yang menjual.
Sebenarnya masih banyak lagi skill yang bisa jadi poin plus untuk mempercepat proses belajar digital marketing kamu. Tapi dengan ketiga skill itu aja, itu bisa jadi starting point yang bagus.
3. Mengikuti Bootcamp atau Online Course
Part paling penting yang bisa memudahkan kamu dan bikin lebih cepat belajar digital marketing adalah dengan mengikuti bootcamp atau membeli online course. Di bootcamp sendiri, biasanya materi atau silabusnya lebih terstruktur dan pengajar yang sudah berpengalaman.
Baik online course ataupun bootcamp, ini biasanya memiliki materi atau silabus yang terstruktur rapi. Beda halnya kalau kamu belajar melalui YouTube atau autodidak, secara online itu pasti akan lebih effort aja untuk belajar digital marketing-nya.
Karena harga online course itu sendiri juga tidak murah, apalagi bootcamp yang harganya sampai jutaan, saya saranin kalian tabung saja dulu dari misalkan duit ngopi kekinian kamu. Nah, itu bisa ditabung sampai nanti akhirnya bisa beli online course atau mengikuti bootcamp.
4. Pilih Spesialisasi
Let's say kamu udah belajar digital marketing dari mengikuti online course ataupun bootcamp dan muncul pertanyaan di benak : "Aku bingung nih mau fokus ke mana?" Tips dari saya, kamu fokus sama tiga hal ini :
Kenali Minat dan Kekuatan Kamu
Contohnya:
- Kalau kamu lebih suka berpikir kreatif, kamu bisa fokus ke content marketing.
- Jika kamu suka melihat data dan metrik, kamu bisa lebih fokus ke paid ads.
- Kalau kamu lebih suka melihat pertumbuhan dari sosial media, kamu bisa fokus ke social media marketing.
Cari Tahu Kebutuhan Pasar Saat Ini
Coba cari tahu tren di sebuah industri dan bidang apa yang paling banyak diminati oleh perusahaan atau bisnis. Beberapa bidang yang mungkin memiliki demand tinggi itu contohnya:
- Paid Ads Specialist
- SEO Specialist
- Content Strategist atau Content Marketing
- Social Media Manager
Ambil Spesialisasi Secara Bertahap
Mungkin untuk awal, kamu bisa belajar di content marketing dahulu. Terus setelah itu masuk ke social media marketing, dan kemudian terakhir bisa belajar tentang paid ads specialist. Setelah itu, kamu bisa pelajari berdasarkan bidang apa yang menurutmu lebih menarik.
5. Mempelajari Alat Digital Marketing
Ada banyak sekali tools yang bisa kamu pelajari sebagai digital marketer, dan tools ini juga berbeda-beda tergantung dari channel digital marketing yang sedang kamu kerjakan.
Alat trending untuk Kreativitas
- Canva: Untuk desain grafis.
- CapCut: Untuk editing video.
Data Analysis dan Reporting
- Google Spreadsheet atau Microsoft Excel: Untuk pengolahan data.
- Looker Studio: Untuk visualisasi data.
Content Management dan Planning Marketing
- Notion
- Obsidian
- HubSpot
Rekomendasi Alat untuk Keperluan SEO
- Ahrefs
- SEMrush
Tujuan dari mempelajari tools-tools ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas ketika kita sedang mengerjakan proyek digital marketing.
6. Membangun Portofolio dan Personal Branding
Berbicara tentang menjadi digital marketer itu gak akan bisa lepas dari portofolio dan personal brand. Dua hal tersebut sangat berkaitan untuk bisa meningkatkan kesuksesan kita ketika menjadi digital marketer.
Portofolio
Let's say kamu udah selesai belajar digital marketing dari online course ataupun bootcamp. Kemudian kamu bingung gimana cara bikin portofolio pertama. Caranya ada banyak banget:
- Melalui Relasi Terdekat: Relasi terdekat itu bisa siapa aja, termasuk orang tua, om atau tante kamu, dan teman-teman dekatmu. Coba tawarkan jasa sebagai digital marketer untuk bisa meningkatkan pertumbuhan bisnis mereka.
- Pro Bono Project: Menawarkan jasa sebagai digital marketer secara gratis atau sukarela tanpa dibayar ke lokal bisnis di sekitar tempat tinggal kalian. Atau bisa cold approach ke sosial media, tawarkan pada mereka secara sukarela, kalau kamu bisa membantu mengembangkan bisnis mereka dengan menggunakan digital marketing.
- Platform Freelance: Kamu bisa memanfaatkan platform freelance seperti Fiverr, Upwork, atau Sribulancer kalau di Indonesia.
Setelah punya cukup portofolio dan memiliki hasil yang bagus, langkah selanjutnya adalah memberi wadah untuk portofolio yang kamu punya. Tujuannya supaya orang lain, klien, atau perusahaan bisa dengan mudah melihat portofolio milikmu.
Kamu bisa membuatnya ke dalam bentuk PDF atau membuatnya ke dalam bentuk website. Ingat ya, portofolio itu beda sama resume atau CV. Di portofolio, kamu harus menjelaskan tentang case study dari portofolio, misalkan menjelaskan mulai dari challenge yang dihadapi setiap portofolio, solusinya, sampai ke hasil yang didapatkan.
Personal Branding
Personal brand itu sangat penting, karena bisa memberikan banyak keuntungan yang memperkuat posisi di industri tersebut.
1. Membangun Kredibilitas dan Kepercayaan
Orang akan cenderung lebih mudah percaya untuk kerja sama atau mengandalkan jasa kamu sebagai marketer ketika konsisten meng-upload konten di sosial media atau YouTube.
2. Mendukung Pertumbuhan Karir dalam Jangka Panjang
Seiring dengan berjalannya waktu, jejak digital kamu akan menjadi portofolio hidup yang akan menunjukkan keterampilan, pencapaian, dan perkembangan karir. Ini bisa memudahkan ke depannya untuk mengambil langkah selanjutnya dalam karirmu, misalnya menjadi konsultan, speaker, mentor, atau bahkan kamu bisa menjual digital produk ke depannya.
3. Cara Membangun Personal Branding
Membangun personal branding itu bisa dilakukan secara sederhana, yaitu dengan cara konsisten meng-upload konten melalui sosial media seperti Instagram, TikTok, atau YouTube. Membuat konten itu juga nggak mesti tentang tips atau tutorial saja, tapi bisa juga dalam bentuk story. Bagaimana kamu menjadi digital marketer dan bagaimana cara mempelajari bidang tersebut. Karena kunci dari personal branding adalah connect with people.
Kesimpulan
Belajar digital marketing itu sudah tidak begitu sulit, karena selain biaya online course atau bootcamp-nya yang sudah tidak begitu mahal kayak dulu, resource-nya juga udah banyak banget bertebaran di internet seperti YouTube, dan itu bisa di manfaatkan secara gratis, tinggal bayar proses dan waktunya saja, hehe.
Yang perlu kamu ingat sebagai digital marketer adalah harus stay up to date di industri. Karena jujur, digital marketing itu sangat cepat evolve-nya. Bisa jadi tips and trick yang works di bulan ini, bulan depan udah ada lagi tips and tricknya yang lebih works dari cara sebelumnya.
Jadi, itu saja dari saya untuk bagaimana cara menjadi digital marketer di kalangan pemula di tahun ini. Semoga informasi ini bermanfaat buat kalian yang ingin terjun ke dunia digital marketing.
Post a Comment